hahaha
4 tahun cari uang di batam, aku malah ga terdaftar di DPT!!
juancuk!!
horee! pemilu tiba
April 8, 2009 pada 12:16 pm (Tak Berkategori)
Jangan Sakiti Pohon Kami dengan Wajahmu!
Maret 5, 2009 pada 7:13 am (umum)
Wajah Kota Batam sejak beberapa bulan terakhir ini sepertinya kian centang prenang oleh banyaknya poster, baliho, spanduk juga papan-papan reklame milik partai politik dan para calon legislatif yang akan bertarung dalam pesta demokrasi, pemilu 2009.
Nyaris, hampir di semua titik-titik strategis di kota ini, semuanya telah dipenuhi oleh poto wajah para caleg. Dengan lagak dan gaya yang mencoba menarik perhatian masyarakat konstituen. Macam-macam ukuran poster pun ditebarkan, begitu juga pemilihan tempat , seakan tanpa pandang bulu. Pokoknya, ada tempat kosong, hantam. Hmm, sebuah gairah yang benar-benar dahsyat sudah ditunjukkan para caleg itu.
Tapi, para caleg tersebut mungkin lupa, tidak semua masyarakat yang suka akan keberadaan poster, baliho, spanduk serta segala macam bentuk “penampakan” yang mereka pertontonkan di jalanan itu. Bahkan ternyata, tidak sedikit pula masyarakat yang tanpa tedeng aling-aling, justeru mengaku jijik melihat wajah-wajah mereka.
jaga lingkungan
Sudah seringkali disebutkan, keberadaan alat-alat peraga kampanye dari parpol atau caleg yang banyak memenuhi jalanan Kota Batam sesungguhnya telah merusak nilai estetika kota. Penempatan alat peraga kampanye tersebut, tidak saja berada di area yang strategis dan memang sepatutnya. Namun, mereka juga ada di pepohonan, tiang, dinding-dinding pertokoan dan pusat perbelanjaan. Dari pusat kota hingga pelosok wilayah, semua ada.
Miris pula dilihat, jalur-jalur hijau di Kota Batam yang semestinya berwajah elok rupawan, kini tampak “bopeng-bopeng” akibat maraknya atribut kampanye. Pepohonan yang berderet di sepanjang jalan pun tak luput dari “keagresifan” para caleg dalam mensosialisikan dirinya.
Dijadikannya pepohonan sebagai bagian dari media kampanye, hal ini mencerminkan bahwa sesungguhnya sang caleg tidak peduli dengan nasib lingkungan terutama makhluk ciptaan Tuhan. Caleg-caleg itu mungkin tidak menyadari bahwa pemasangan baliho dan bendera partai dipohon sehingga nilai estetika pohon tersebut berubah menjadi hamparan wajah manusia atau lambang partai politik merupakan tindakan yang salah dan memalukan.
Pasalnya jelas, dalam prakteknya, pohon jadi rusak yang dilakukan oleh mereka dengan cara dipaku atau ditebang. Sementara itu, para caleg termasuk Partai Politik tidak peduli mengenai hal ini. Mereka terus saja memasang baliho di pohon, bahkan pohon-pohon di tepi jalan raya pun tak luput dari kebringasan baliho atau bendera partai politik. Padahal pohon di tepi jalan memiliki beberapa macam manfaat yakni keindahan, sebagai penyerap polutan, dimana daun-daun tanaman tersebut mampu menyaring debu dan mengisap polutan seperti karbon dioksida (CO2) dan mempunyai manfaat sebagai pelindung dari terik matahari dan peredam suara kebisingan, serta mempunyai manfaat hidrologis yang mendukung daur alami air tanah.
Sudah sepatutnya para caleg dan partai politik memperhatikan hal ini. Mereka harusnya bisa memanfaatkan tempat lain untuk memasang baliho dan bendera partainya asalkan tidak di pohon.
Persoalan kampanye, telah diatur jelas dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 mengenai Pemilihan Umum Legislatif terutama Pasal 101 ayat 2 yang menyatakan bahwa pemasangan alat peraga kampanye pemilu (termasuk baliho dan bendera) harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal ini jugalah yang memberi legitimasi bahwa pohon tidak dapat dijadikan tempat untuk kampanye bagi para caleg maupun partai politik apalagi tindakan nakal seperti ditebang dan dipaku.
Semua bebas berkampanye sepanjang mentaati aturan yang telah ditetapkan. Artinya, prinsip-prinsip kampanye yang bertanggung jawab dapat berupa penghormatan terhadap lingkungan termasuk melindungi pohon dari kerusakan. Ini harusnya dipahami oleh kalangan caleg dan partai politik, bukan malah memberi contoh buruk kepada masyarakat dengan memasang baliho atau bendera partai mereka dipohon apalagi dengan cara dipaku atau menebangnya dengan ekstrim.
Sementara, jika dicermati secara mendalam, sebenarnya ada hal yang lebih baik dilakukan para caleg dalam mensosialisasikan diri mereka dibanding menebar ratusan bahkan ribuan atribut kampanye yang belum tentu efektif tersebut. Hal ini dengan melihat langsung kebutuhan mendasar masyarakat di Kota Batam.
Masalah pilihan dalam pemilu, jelas merupakan hak masyarakat murni. Namun sebagai caleg juga diberi kebebasan di dalam mencari wadah promosi diri, sepanjang tidak menyalahi aturan main yang telah ditetapkan. Tapi, bukankah lebih baik jika dana jutaan rupiah yang dipakai untuk membuat baliho, spanduk dan sebagainya itu dimanfaatkan untuk membeli sembako lalu dibagikan kepada masyarakat kurang mampu?
Cara mulia lainnya, bisa saja para caleg tersebut secara bersama-sama membangun sarana yang benar-benar dibutuhkan warga. Rasanya, langkah ini bissa lebih menyentuh ke pokok permasalahan keinginan masyarakat. Soal dipilih atau tidak, sekali lagi, itu adalah hak rakyat. Jangan coba-coba intervensi**
Cari Uang dan Jalan-jalan Ala DPRD Batam
Februari 16, 2009 pada 10:21 am (Tak Berkategori)
Kampanye Pemilu 2009 di Kota Batam yang kian semarak ternyata memunculkan cerita lain di DPRD Kota Batam. Mencari tambahan dana untuk kegiatan kampanye, enam Panitia Khusus (Pansus) dibuat dalam waktu singkat. Anggota dewan pun berebut masuk menjadi anggota Pansus.
Dengan menjadi anggota Pansus, maka si anggota dewan akan mendapat dana tambahan, berupa sisa-sisa dari kerja mereka di Pansus ditambah lagi kalau ada orderan kepentingan terkait dengan produk pansus. Besar dana yang diterima anggota pansus sangat relatif, tergantung dari kepintaran anggota dewan untuk memanajemen anggaran Pansus terkait.
Pada bulan Januari tahun 2009, ada dua Pansus yang dibentuk DPRD, yakni Pansus Retribusi Ijin dan Usaha dan Pansus Zakat. Sedangkan bulan Februari ini, ada empat Pansus yaitu, Pansus Reklame, Pansus Menara Telekomunikasi Terpadu, Pansus Ijin Mendirikan Bangunan dan Pansus Kerjasama Pemko dan Swasta (pengelolaan sampah, red).
Menjadi anggota Pansus, bagi anggota DPRD Kota Batam, berarti bisa menambah pundi-pundi pendapatan mereka. Memang, tidak semua anggota dewan yang berpikiran demikian. Namun bagi legislator yang pada Pemilu 2009 ini kembali maju sebagai calon legislatif (caleg), masuk ke Pansus terbilang sesuatu yang menggembirakan.
“Pertama, bisa jalan-jalan ke luar kota. Kedua, tentu saja bisa dapat uang dari sisa kunker itu. Besarnya memang relatif, tidak sama antar anggota dewan, tergantung mengaturnya bagaimana,” ujar salah satu anggota dewan saat bincang-bincang di kantornya.
Dikatakan sumber itu, dalam sekali perjalanan dinas ke luar kota, nilai rupiah yang bisa dibawa pulang seorang anggota Dewan, berkisar antara Rp2 juta sampai Rp3 juta. Ini baru sekali kunker satu Pansus. Belum lagi mereka yang menjadi anggota di lebih dari satu Pansus.
Sementara, dana yang disiapkan untuk satu Pansus, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp500 juta. Anggaran yang dibebankan sepenuhnya dalam APBD Kota Batam itu diperuntukkan sebagai biaya kerja Pansus, mulai dari pembahasan, study banding (kunker) sampai konsultasi dengan pihak ahli (jika diperlukan). Jumlah anggota Pansus sendiri sebanyak 12 orang dan ditambah kordinator Pansus dari unsur pimpinan DPRD 1 orang.
Pergi Jalan-jalan
Khusus empat Pansus baru yang dibentuk pada Februari ini, memang timbul kesan bahwasanya anggota dewan bakal panen rupiah sekaligus memasuki fase jalan-jalan ke luar kota. Dilihat dari jadwal, tujuan kunker mereka adalah Jogja, Surabaya dan Bali. Yang sudah berangkat kunker, kendati belum ada kerja apa-apa, adalah Pansus Reklame. Mereka berangkat ke Surabaya hari Kamis (12/2) lalu.
Kemudian, tiga Pansus sisanya, bahkan sudah ancang-ancang hendak terbang menuju Bali. Dari informasi yang diperoleh, Pansus Menara Telekomunikasi Terpadu (MTT) akan berangkat menuju Bali. Pansus IMB terbang ke Surabaya sedang Pansus KPS mengikuti jejak Pansus MTT, ke Bali.
Menariknya, dari empat Pansus itu, terdapat anggota Dewan yang rangkap, menjadi anggota di dua atau tiga Pansus. Hal ini sempat menjadi guyonan diantara anggota dewan itu sendiri. Ada yang bilang serakah, ada yang bilang mantap dan tentu saja ada yang menganggapnya hal yang wajar-wajar saja karena dalam menentukan anggota Pansus, sepenuhnya adalah hak fraksi.
Menurut Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat 86) Tain Komari, kunker Pansus ini seakan mempertegas kesan bahwa Pemko Batam dan DPRD Kota Batam kejar target. Terlebih, dalam kesehariannya, anggota dewan terlihat sangat malas ngantor ke gedung dewan. Setiap hari bisa dilihat ruang-ruang Komisi yang hanya berisi dua atau tiga anggota dewan saja, atau bahkan kosong sama sekali.
“Mereka kejar target. Mau meningkatkan PAD tapi justeru dengan menghambur-hamburkan uang rakyat,”kata Tain.
Padahal, banyak persoalan di Batam yang menurut Tain perlu disikapi oleh anggota dewan. Mulai dari masalah limbah, pendidikan, pornografi dan sebagainya. Lantas, ketika Pansus keluar kota secara bergiliran, maka fungsi dewan sebagai pengawas jalannya pemerintahan pun menjadi lemah.
“Ada anggota yang baru turun dari pesawat pulang dari kunker, besoknya terbang lagi dengan rombongan yang berbeda. Aneh, apa mereka tidak malu,” ujar Tain geram.
Setyasih Priherlina dari Fraksi PAN yang juga baru kembali dari Bali bersama rombongan Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD Kota Batam tidak menyangkal saat disinggung tentang fenomena jalan-jalan ala anggota dewan ini.
“Yah, beruntunglah yang bolak-balik (kunker, red), dapat uang saku banyak,” katanya lewat layanan SMS saat dikonfirmasi hal ini, Jumat (13/2).
Diungkapkan Lina, dalam setiap kunjungan ke luar kota, maka hal yang biasa dilakukan adalah mengambil secukupnya anggaran yang telah disediakan untuk membayar tiket, airport tax, hotel, makan dan transport lokal. Diupayakan, masih ada sisa dana setibanya di Batam.
“Dana itulah, yang bisa kita pakai untuk kegiatan di masyarakat seperti fogging, bantuan posyandu, solar dan sebagainya,”katanya. Namun sayang, politisi wanita ini enggan menyebut nilai nominal uang yang didapatnya dari sisa kunker.
Hal lain yang menarik disimak adalah soal kota tujuan kunker itu sendiri. Dari sekian banyak kunker yang dilakukan Dewan -baik itu kunker Pansus, Panmus, Panleg, BK, Panggar ataupun Komisi- tersebut empat kota yang paling sering menjadi tujuan yaitu Jogjakarta, Surabaya, Bali dan Ambon, kemudian menyusul Jakarta, Pontianak, Balikpapan, dan Papua.
Sangat aneh, kota-kota di Sumatera sangat jarang menjadi daerah kunjungan. Apakah kota-kota yang disebut pertama memang lebih baik dari Batam, sehingga patut menjadi tempat belajar. Benarkah demikian?
“Ah, itu kan biar anggaran yang disediakan bisa besar. Masa, belajar apa-apa ke Bali? Kan jelas, di sana memang tempat yang pas untuk hiburan,” ujar Tain Komari.
Perlu diketahui, “acara jalan-jalan” anggota Dewan tahun 2009 telah dimulai sejak Januari silam. Ketika itu, Pansus Retribusi Ijin Usaha berangkat ke Jogjakarta dengan hasil kunjungan yang belum jelas. Kemudian, yang nyaris luput dari perhatian adalah keberangkatan Badan kehormatan (BK) dan juga Panitia Legislasi (Panleg) ke kota Ambon atau Makassar. Memasuki bulan Februari, ada Panmus yang pergi ke Bali, lalu Pansus Reklame ke Surabaya. Dan sesaat lagi, tiga Pansus akan kembali berangkat. Tujuannya, Bali, Jogjakarta dan Bali lagi**
busuk
Januari 29, 2009 pada 9:30 am (renungan seksi)
apakah semua yang ada benarbenar sudah menjadi busuk?
maukah kau menikah denganku?
Januari 24, 2009 pada 6:50 am (Tak Berkategori)
entah kenapa, tibatiba saja rasa ragu itu datang. sumpah! aku ga tau kenapa. apakah ini karna waktu menunggu yg sudah begitu lama?
kau sendiri, tak pernah berusaha bertindak meyakinkan aku, kecuali terus berjanji…
entahlah, padahal aku cinta kau, aku cinta kau!!
Hmm..Nikmatnya Pete…!
Januari 18, 2009 pada 12:20 pm (Tak Berkategori)
iseng2 nanya manfaat pete/petai sama mbah gogel. wah, ternyata kegunaannya banyak sekalee…mau tau? neh dia manfaat pete yang kudapat dari sejumah blog dan situs kesehatan…
** Khasiat Besar Petai Anda semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.
Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.
PMS (premenstrual syndrome)
Jika mengalami PMS saat ‘tamu’ datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.
Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.
Tekanan darah tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Kemampuan otak
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.
Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.
Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.
Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.
Mual di pagi hari
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.
Gigitan nyamuk
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.
Untuk saraf
Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.
Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.
Luka lambung
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.
Mengatur suhu tubuh
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah ‘dingin’ yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.
Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau). Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.
Merokok
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin.
Stress
Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.
Stroke
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine,” makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.
Caplak
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!
Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Pete juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik. Jadi mungkin sekaranglah saatnya anda mengubah kata-kata yang sudah terkenal mengenai apel itu menjadi: “A Petai a day keeps the doctor away” (makan pete tiap hari akan menjauhkan anda dari dokter).