aku ingin mencantumkan namamu, di setiap
bait puisi
yang kutulis ketika senja
aku ingin mengucapkan namamu, di setiap
bait puisi
yang kurilis ketika senja
O, sungguh aku ingin
lelap di sisi pusaramu,
ketika senja
tak lagi mempertemukan kita
aku ingin
November 4, 2008 pada 10:21 am (sajak)
putirenobaiak berkata,
November 13, 2008 pada 2:44 am
perempuan sejati itu melihatmu disana dg senyum dan doa…
untuk Ibu ya ri, maaf sok teu…
**
ya, perempuan di langit
Angelina Yunus berkata,
Mei 7, 2009 pada 6:03 pm
duh..jadi merinding neh..