tentangrindu

demi masa,

ada sejuta rindu yang selalu aku cantumkan, dalam setiap kedip                    pandangku
rindu tentangmu
tapi aku tak mau rindu itu jadi murahan
itulah sebabnya rinduku tersimpan rapi, di palung hati                                         terpalung
hingga tiba saatnya kita bersatu

aku ingin

aku ingin mencantumkan namamu, di setiap
bait puisi
yang kutulis ketika senja
aku ingin mengucapkan namamu, di setiap
bait puisi
yang kurilis ketika senja
O, sungguh aku ingin
lelap di sisi pusaramu,
ketika senja
tak lagi mempertemukan kita

tentang rindu

sewaktu ini,

ada sekuntum rindu yang teramat sangat, ingin

kusematkan di helai rambutmu

agar kekal rinduku, bersama

waktu

yang terus menunggu

ketika senja datang

senja,
ada wujud merah jambu di palung hati ini
ia rantak berontak
gemuruh debarnya penuh gejolak, pada rembulan manis dan gerimis

senja,
aku ingin berbagi, tentang dia
sebab kepada engkau saja aku bisa berkisah

tentang rindu

dan ketika tatapku sujud dalam pandangmu,
ketika itulah aku jatuh rindu padamu

tentang rindu

seorang perempuan
menyelinap dalam mimpi dengan setangkai rindu

“bolehkah aku menyematkan rindu ini di hatimu?”
“untuk apa?”
“agar sepi tak lagi mencumbu kita”

lalu dia menangis,
aku tak mengerti

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.