hahaha
4 tahun cari uang di batam, aku malah ga terdaftar di DPT!!
juancuk!!
horee! pemilu tiba
April 8, 2009 pada 12:16 pm (Tak Berkategori)
Cari Uang dan Jalan-jalan Ala DPRD Batam
Februari 16, 2009 pada 10:21 am (Tak Berkategori)
Kampanye Pemilu 2009 di Kota Batam yang kian semarak ternyata memunculkan cerita lain di DPRD Kota Batam. Mencari tambahan dana untuk kegiatan kampanye, enam Panitia Khusus (Pansus) dibuat dalam waktu singkat. Anggota dewan pun berebut masuk menjadi anggota Pansus.
Dengan menjadi anggota Pansus, maka si anggota dewan akan mendapat dana tambahan, berupa sisa-sisa dari kerja mereka di Pansus ditambah lagi kalau ada orderan kepentingan terkait dengan produk pansus. Besar dana yang diterima anggota pansus sangat relatif, tergantung dari kepintaran anggota dewan untuk memanajemen anggaran Pansus terkait.
Pada bulan Januari tahun 2009, ada dua Pansus yang dibentuk DPRD, yakni Pansus Retribusi Ijin dan Usaha dan Pansus Zakat. Sedangkan bulan Februari ini, ada empat Pansus yaitu, Pansus Reklame, Pansus Menara Telekomunikasi Terpadu, Pansus Ijin Mendirikan Bangunan dan Pansus Kerjasama Pemko dan Swasta (pengelolaan sampah, red).
Menjadi anggota Pansus, bagi anggota DPRD Kota Batam, berarti bisa menambah pundi-pundi pendapatan mereka. Memang, tidak semua anggota dewan yang berpikiran demikian. Namun bagi legislator yang pada Pemilu 2009 ini kembali maju sebagai calon legislatif (caleg), masuk ke Pansus terbilang sesuatu yang menggembirakan.
“Pertama, bisa jalan-jalan ke luar kota. Kedua, tentu saja bisa dapat uang dari sisa kunker itu. Besarnya memang relatif, tidak sama antar anggota dewan, tergantung mengaturnya bagaimana,” ujar salah satu anggota dewan saat bincang-bincang di kantornya.
Dikatakan sumber itu, dalam sekali perjalanan dinas ke luar kota, nilai rupiah yang bisa dibawa pulang seorang anggota Dewan, berkisar antara Rp2 juta sampai Rp3 juta. Ini baru sekali kunker satu Pansus. Belum lagi mereka yang menjadi anggota di lebih dari satu Pansus.
Sementara, dana yang disiapkan untuk satu Pansus, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp500 juta. Anggaran yang dibebankan sepenuhnya dalam APBD Kota Batam itu diperuntukkan sebagai biaya kerja Pansus, mulai dari pembahasan, study banding (kunker) sampai konsultasi dengan pihak ahli (jika diperlukan). Jumlah anggota Pansus sendiri sebanyak 12 orang dan ditambah kordinator Pansus dari unsur pimpinan DPRD 1 orang.
Pergi Jalan-jalan
Khusus empat Pansus baru yang dibentuk pada Februari ini, memang timbul kesan bahwasanya anggota dewan bakal panen rupiah sekaligus memasuki fase jalan-jalan ke luar kota. Dilihat dari jadwal, tujuan kunker mereka adalah Jogja, Surabaya dan Bali. Yang sudah berangkat kunker, kendati belum ada kerja apa-apa, adalah Pansus Reklame. Mereka berangkat ke Surabaya hari Kamis (12/2) lalu.
Kemudian, tiga Pansus sisanya, bahkan sudah ancang-ancang hendak terbang menuju Bali. Dari informasi yang diperoleh, Pansus Menara Telekomunikasi Terpadu (MTT) akan berangkat menuju Bali. Pansus IMB terbang ke Surabaya sedang Pansus KPS mengikuti jejak Pansus MTT, ke Bali.
Menariknya, dari empat Pansus itu, terdapat anggota Dewan yang rangkap, menjadi anggota di dua atau tiga Pansus. Hal ini sempat menjadi guyonan diantara anggota dewan itu sendiri. Ada yang bilang serakah, ada yang bilang mantap dan tentu saja ada yang menganggapnya hal yang wajar-wajar saja karena dalam menentukan anggota Pansus, sepenuhnya adalah hak fraksi.
Menurut Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat 86) Tain Komari, kunker Pansus ini seakan mempertegas kesan bahwa Pemko Batam dan DPRD Kota Batam kejar target. Terlebih, dalam kesehariannya, anggota dewan terlihat sangat malas ngantor ke gedung dewan. Setiap hari bisa dilihat ruang-ruang Komisi yang hanya berisi dua atau tiga anggota dewan saja, atau bahkan kosong sama sekali.
“Mereka kejar target. Mau meningkatkan PAD tapi justeru dengan menghambur-hamburkan uang rakyat,”kata Tain.
Padahal, banyak persoalan di Batam yang menurut Tain perlu disikapi oleh anggota dewan. Mulai dari masalah limbah, pendidikan, pornografi dan sebagainya. Lantas, ketika Pansus keluar kota secara bergiliran, maka fungsi dewan sebagai pengawas jalannya pemerintahan pun menjadi lemah.
“Ada anggota yang baru turun dari pesawat pulang dari kunker, besoknya terbang lagi dengan rombongan yang berbeda. Aneh, apa mereka tidak malu,” ujar Tain geram.
Setyasih Priherlina dari Fraksi PAN yang juga baru kembali dari Bali bersama rombongan Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD Kota Batam tidak menyangkal saat disinggung tentang fenomena jalan-jalan ala anggota dewan ini.
“Yah, beruntunglah yang bolak-balik (kunker, red), dapat uang saku banyak,” katanya lewat layanan SMS saat dikonfirmasi hal ini, Jumat (13/2).
Diungkapkan Lina, dalam setiap kunjungan ke luar kota, maka hal yang biasa dilakukan adalah mengambil secukupnya anggaran yang telah disediakan untuk membayar tiket, airport tax, hotel, makan dan transport lokal. Diupayakan, masih ada sisa dana setibanya di Batam.
“Dana itulah, yang bisa kita pakai untuk kegiatan di masyarakat seperti fogging, bantuan posyandu, solar dan sebagainya,”katanya. Namun sayang, politisi wanita ini enggan menyebut nilai nominal uang yang didapatnya dari sisa kunker.
Hal lain yang menarik disimak adalah soal kota tujuan kunker itu sendiri. Dari sekian banyak kunker yang dilakukan Dewan -baik itu kunker Pansus, Panmus, Panleg, BK, Panggar ataupun Komisi- tersebut empat kota yang paling sering menjadi tujuan yaitu Jogjakarta, Surabaya, Bali dan Ambon, kemudian menyusul Jakarta, Pontianak, Balikpapan, dan Papua.
Sangat aneh, kota-kota di Sumatera sangat jarang menjadi daerah kunjungan. Apakah kota-kota yang disebut pertama memang lebih baik dari Batam, sehingga patut menjadi tempat belajar. Benarkah demikian?
“Ah, itu kan biar anggaran yang disediakan bisa besar. Masa, belajar apa-apa ke Bali? Kan jelas, di sana memang tempat yang pas untuk hiburan,” ujar Tain Komari.
Perlu diketahui, “acara jalan-jalan” anggota Dewan tahun 2009 telah dimulai sejak Januari silam. Ketika itu, Pansus Retribusi Ijin Usaha berangkat ke Jogjakarta dengan hasil kunjungan yang belum jelas. Kemudian, yang nyaris luput dari perhatian adalah keberangkatan Badan kehormatan (BK) dan juga Panitia Legislasi (Panleg) ke kota Ambon atau Makassar. Memasuki bulan Februari, ada Panmus yang pergi ke Bali, lalu Pansus Reklame ke Surabaya. Dan sesaat lagi, tiga Pansus akan kembali berangkat. Tujuannya, Bali, Jogjakarta dan Bali lagi**
maukah kau menikah denganku?
Januari 24, 2009 pada 6:50 am (Tak Berkategori)
entah kenapa, tibatiba saja rasa ragu itu datang. sumpah! aku ga tau kenapa. apakah ini karna waktu menunggu yg sudah begitu lama?
kau sendiri, tak pernah berusaha bertindak meyakinkan aku, kecuali terus berjanji…
entahlah, padahal aku cinta kau, aku cinta kau!!
Hmm..Nikmatnya Pete…!
Januari 18, 2009 pada 12:20 pm (Tak Berkategori)
iseng2 nanya manfaat pete/petai sama mbah gogel. wah, ternyata kegunaannya banyak sekalee…mau tau? neh dia manfaat pete yang kudapat dari sejumah blog dan situs kesehatan…
** Khasiat Besar Petai Anda semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.
Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.
PMS (premenstrual syndrome)
Jika mengalami PMS saat ‘tamu’ datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.
Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.
Tekanan darah tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Kemampuan otak
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.
Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.
Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.
Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.
Mual di pagi hari
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.
Gigitan nyamuk
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.
Untuk saraf
Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.
Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.
Luka lambung
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.
Mengatur suhu tubuh
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah ‘dingin’ yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.
Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau). Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.
Merokok
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin.
Stress
Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.
Stroke
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine,” makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.
Caplak
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!
Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Pete juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik. Jadi mungkin sekaranglah saatnya anda mengubah kata-kata yang sudah terkenal mengenai apel itu menjadi: “A Petai a day keeps the doctor away” (makan pete tiap hari akan menjauhkan anda dari dokter).
Damri Bergumam, Komisi 3 Geram, Dishub Terdiam
Januari 13, 2009 pada 7:56 am (Tak Berkategori)
Soal Bus Bandara Batam
Bibir Mitra Sukita, Kepala Unit Perum Damri UABK Batam masih bergerak-gerak tatkala Ketua Komisi III DPRD Batam Robert Siahaan menyampaikan kata penutup. Tak jauh dari Mitra, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam Yazid menghujamkan pandangannya jauh menembus lantai ruang rapat.
“Jelas sudah, Pemko Batam tidak punya tanggung jawab. Hanya sekedar koar-koar saja, memberi pelayanan publik berupa bus bandara, tapi sejatinya mereka tidak pernah serius melayani,” kata Robert menutup hearing tentang bus bandara bersama dengan pihak Damri, bandara dan Dishub di Komisi III, Senin (12/1).
Apa yang dikatakan Robert memang bukan sesuatu yang baru karena Sejak pertengahan Desember 2008, banyak yang telah melihat ketidaksiapan pemerintah dalam hal ini. Namun, pendapat Robert tersebut mempertegas, bahwa ada yang tak beres dengan masalah ini. Dan semua ketidakberesan itu terungkap dalam rapat dengar pendapat itu.
Hearing tersebut sebenarnya nyaris batal. Pasalnya, dari jadwal pukul 10.00 WIB hanya Damri yang sudah muncul, sedang Kadishub dan Kabandara, sampai pukul 10.30 WIB tak kunjung menampakkan wujudnya. Tapi dengan pertimbangan pentingnya persoalan ini, maka hearing tetap dilanjutkan. maka jadilah hearing kali ini sebagai ajang curhat Damri kepada Komisi III.
Robert membuka pertemuan dengan pernyataan bahwa sesungguhnya tidak ada itikad baik dari Kadishub dan Kabandara untuk menyelesaikan polemik bus bandara ini. Bahkan, secara tersirat, bisa dikatakan bahwa kedua lembaga tersebut tidak pernah setuju terhadap keberadaan bus bandara.
“Apa bus bandara ini memang tidak penting? Atau, kepentingan siapa sebenarnya yang ada di bus bandara ini. Sementara itu, pihak Damri sudah mengaku rugi besar,” kata Robert seraya mempersilahkan Mitra untuk menjawab.
KaDamri langsung merespon. Katanya, bagi Damri, ini sesuatu yang dilematis. Disatu sisi, pihaknya tak ingin menjatuhkan kewibawaan pemerintah di mata publik. Namun disisi lain, harus ada pertanggungjawaban manajemen. Dan operasional bus bandara, telah membuat perusahaannya menderita kerugian yang cukup besar.
Terbukti, dari rincian pendapatan dan biaya terhitung dari tanggal 5 Desember 2008 hingga 4 Januari 2009, tercantum bahwa pendapatan Damri selama sebulan operasional bus bandara hanya sebesar Rp19.7555.000. bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan yang sudah mencapai Rp58.922.775. Dari selisih keduanya, sebulan bus bandara beroperasi, Damri menelan kerugian sebesar Rp39.167.775.
“Kami telah memenuhi permintaan pemerintah, tapi dalam perjalanan justru kami yang dituding setengah hati. Padahal, kami hanya tunduk kepada regulator, yang akhirnya membuat kami rugi” ujar Mitra bergetar.
Sebenarnya, terang Mitra, usulan pengadaan bus bandara sudah ada sejak tahun 2006. Ketika itu, Walikota bertemu dengan bosnya di Jakarta, meminta agar Damri melayani penumpang di bandara Hang Nadim. Atas perintah Departemen Perhubungan, Damri pun setuju. Tapi apa daya, walaupun Damri terpaksa membeli bus ‘Hyundai’ secara kredit, toh masuknya Damri ke bandara tak semulus yang dikira. Niat baik ini mendapat pertentangan dari pengelola taksi di bandara.
Nah, ternyata, di sinilah asal kekacauan dimulai. Pihak Dishub Batam langsung menggelar rapat bersama semua pihak yang berkaitan. Singkat cerita, Mitra pun diminta untuk meneken hasil rapat.
“Secara tertulis, memang tidak ada ketetapan bus bandara. Masuknya Damri ke bandara hanya berdasar permintaan walikota secara lisan kepada Dephub. Sementara, dalam pertemuan tersebut, Damri sama sekali tidak dilibatkan,” kata Mitra.
Robert yang mendengar paparan Mitra ini geleng-geleng kepala. “Jadi apa dasar Damri masuk ke bandara? Regulatornya siapa,” ujar Robert yang tak bisa menahan tawanya ketika Mitra menjawab semua ini urusan Dishub.
“Wah, tambah lucu kasus ini. Pantaslah kalau Kadishub dan Kabandara anggap enteng hearing ini, mereka tak punya beban moral, tak jelas rupanya ikatan hukumnya,” ujar Robert sembari mempersilahkan anggota Komisi III lain memberi pandangan.
Senada dengan Robert, Edward Brando juga “menertawai” tidak adanya pijakaan hukum yang jelas sebagai dasar beroperasinya bus bandara ini.
“Ada kesepakatan tapi tak ada ikatan. Ini sebuah kebijakan yang sejatinya bagus untuk masyarakat namun tak punya tanggung jawab,” katanya.
Dan jelas, akibatnya, Damri yang jadi korban. Bagaimanapun juga, Damri tentu wajib menyerahkan laporan manajerial perusahaan. Dilihat dari pemaparan KaDamri, ada indikasi upaya adu domba antara Damri dengan taksi bandara.
“Maka, untuk memancing itikad baik pemerintah, sebaiknya bus bandara dihentikan saja. Dengan ini, maka kampanye Pemko yang seolah-olah telah berbuat untuk masyarakat akan menampar muka sendiri, akan ketahuan belangnya. Bus bandara ini sangat rawan konflik karena tidak jelas payung hukumnya,” kata Brando.
Robert menambahkan bahwa bus bandara ini hanya sebagai umpan menutupi praktek monopoli transportasi di bandara. Agar tidak terjadi, maka masuklah bus bandara, tapi dibuat sedemikian rupa hingga akhirnya bus bandara ini mati dengan sendirinya. Caranya, dengan menjauhkan bus dari penumpang.
“Dan tidak ada yang memproteksi Damri atas berbagai kerugian yang muncul, karena memang tidak ada ikatan apapun antara Damri dengan Pemko Batam,” ujar Robert.
Sebab itu, tambah Brando, Damri harus berani mengajukan keberatan atas hal ini. Jangan tunduk saja walaupun ini perusahaan plat merah.
Lima pegawai Damri termangu, sebagian mengangguk-anggukkan kepalanya. Mitra sebagai kepala rombongan duduk tak tenang, lirikan matanya bergerak menyapu ruangan. Persis ketika Robert menanyakan apa yang dimaui Damri untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kami hanya minta diberi tempat yang layak di bandara dan mendapat perlakuan yang sama dengan operator lain, itu saja,” kata Mitra.
Soal penghentian operasional bus bandara bagaimana? Kata Mitra, bukannya dia takut diberhentikan karena membangkang, tapi dirinya sungguh tidak mau kewibawaan pemerintah runtuh hanya karena Damri tidak mau lagi masuk ke bandara.
Saat hearing ini hampir saja ditutup, tiba-tiba Kadishub Yazid “nyelonong” masuk ke ruang rapat. serentak semua yang ada di situ menyorot kehadirannya. Begitu masuk, rona cemas di wajah Yazid sudah kelihatan. Ia pun duduk, terpisah dari yang lain, dengan semua tatap tertuju ke dirinya.
surat perjanjian
Dengan sedikit basa-basi yang menyindir keterlambatan Yazid, Robert pun mempersilahkan Yazid untuk memberikan klarifikasinya atas operasional bus bandara. Yazid, dengan wajah yang terlihat sangat tertekan, dengan suara yang nyaris tak terdengar, mulai bertutur.
“Kita telah berkordinasi dengan bandara, taksi, organda dan poltabes untuk pengamannya. Semua tertuang dalam surat hasil rapat yang menjadi acuan operasional bus bandara,” kata Yazid yang ditanggapi anggota Komisi III dengan memelototi surat hasil rapat dimaksud.
Kesepakatan tersebut, kata Yazid, merupakan cerminan peran Dishub sebagai fasilitator. Sedang kewenangan, tetap ada di pihak bandara.
Onward Siahaan langsung memotong. “Ibarat anjing yang sudah mau mati, ia masih sanggup menggigit. Jangan gara-gara di ujung masa jabatan, maka Pak Yazid tidak mau peduli lagi pada hukum,” kata Onward yang disambut tawa peserta rapat. Yazid menanggapi dengan pandangan lesu.
Onward menyorot tajam perihal surat hasil rapat yang “diandalkan” Yazid dalam menjawab hearing ini. Dalam surat dengan judul “Surat Perjanjian” ini, kata Onward, Dishub telah berbuat sesuka hati saja. Padahal isinya melanggar hukum yang apabila dibawa ke jalur hukum, maka bisa mebuat “habis” Dishub dan Pemko Batam.
“Itu hasil rapat, Pak,” sela Yazid.
“Tidak ada hasil rapat. Di sini kepalanya surat perjanjian, lengkap seperti berita acara dan Pak Yazid hanya sebagai pihak yang mengetahui. Ini yang dijadikan landasan beroperasinya bus bandara? Pantaslah kacau,” balas Onward.
Onward “menelanjangi” poin demi poin dalam surat perjanjian tertanggal 4 Desember 2008 tersebut. Lalu ia fokus mempertanyakan tentang tarif sebesar Rp15.000 dan trayek bus bandara (bandara-Jodoh dan bandara-Tanjung Uncang) ditentukan sendiri oleh Damri dan taksi bandara. Harusnya ini menjadi tugas Dishub.
Kemudian poin ke delapan atau yang terakhir dalam surat perjanjian itu, disebutkan bahwa ke depan, jika ada rencana penambahan bus bandara agar terlebih dahulu dikordinasikan dengan taksi bandara Hang Nadim.
“Apa kaitannya? Kenapa Damri dan taksi bandara punya wewenang seperti ini, dari mana ceritanya? Ini sama saja Dishub telah menggabungkan dua kekuatan monopoli yang sering diistilahkan sebagai ogipoli. Dan ini lebih parah dari monopoli,” kata Onward.
M. Zilzal yang sudah merekomendasikan agar Walikota Batam mengganti Yazid sebagai Kadishub menambahkan, yang terjadi dalam kasus bandara adalah tidak adanya perhitungan secara komprehensif dari Pemko Batam. Seharusnya ada kajian yang jelas sebelum membuat kebijakan, walaupun dengan dalih untuk kepentingan masyarakat.
Terakhir, mengingat belum ditemukannya solusi konkrit atas persoalan ini plus jarum jam sudah hampir jatuh ke angka 1, hearing pun diakhiri oleh Ketua Komisi III. Selanjutnya, masalah bus bandara akan kembali dibahas bersama-sama dengan kabandara dan pihak Otorita Batam. **